Sabtu, 23 Januari 2016

SILABUS MATA PELAJARAN ADMINISTRASI KEUANGAN KELAS 12 ADMINISTRASI PERKANTORAN KURIKULUM 2013 (K13)

SILABUS MATA PELAJARAN:
ADMINISTRASI KEUANGAN


Satuan Pendidikan     : SMK
Kelas /Semester         : XII / 1 dan 2
Kompetensi Inti:
 KI 1:  Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.
 KI 2: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
 KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
 KI 4: Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya
1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku  sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai agama yang dianut
1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan

























































































2.1  Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar  dan otomatisasi perkantoran
2.2  Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur , disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong)  dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah
2.3  Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja
2.4  Memiliki Sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar  dan otomatisasi perkantoran





Semester 1





3.1 Mengemukakan aplikasi komputer untuk administrasi keuangan
4.1 Mempraktikkan aplikasi komputer untuk administrasi keuangan




·      Aplikasi komputer untuk administrasi keuangan
Mengamati
Mengamati tentang cara menjalankan aplikasi komputer untuk administrasi keuangan
Menanya
Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan penggunaan komputer untuk administrasi keuangan

Eksperimen/explore
Mencari dari berbagai sumber tentang aplikasi komputer untuk administrasi keuangan yang digunakan di berbagai instansi
Asosiasi
Membandingkan penggunaan aplikasi komputer untuk administrasi keuangan antara yang satu dengan lainnya
Komunikasi
 Mempresentasikan cara kerja aplikasi komputer untuk administrasi keuangan
Tugas
Mengumpulkan informasi tentang penggunaan komputer untuk administrasi keuangan
Observasi
Ceklist lembar pengamatan  penggunaan aplikasi komputer untuk administrasi keuangan

Portofolio
Laporan tertulis  tentang aplikasi komputer untuk administrasi keuangan di salah satu instansi
 Tes
Tes teori secara tertulis bentuk uraian dan tes praktik penggunaan komputer untuk administrasi keuangan

9 x 4 JP

3.2 Administrasi pendapatan dan belanja keuangan

4.2  Melakukan proes administrasi pendapatan dan belanja keuangan



·       Administrasi pendapatan dan belanja keuangan

Mengamati
Mengamati administrasi pendapatan dan belanja keuangan di sekolah/industri
Menanya
Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan Administrasi pendapatan dan belanja keuangan

Eksperimen/explore
Menggunakan format Administrasi pendapatan dan belanja keuangan
Asosiasi
Membandingkan Administrasi pendapatan dan belanja keuangan antara satu instansi dengan instansi lain 
Komunikasi
 Mempresentasikan Administrasi pendapatan dan belanja keuangan
Tugas
Mengumpulkan informasi Administrasi pendapatan dan belanja keuangan
Observasi
Ceklist lembar pengamatan  form  Administrasi pendapatan dan belanja keuangan
Portofolio
Laporan tertulis  mengenai Administrasi pendapatan dan belanja keuangan
Tes
Tes teori secara tertulis bentuk uraian dan tes praktik tertulis

9 x 4 JP

Semester 2





3.4 Mengilustrasikan cara pegelolaan Kas Kecil

4.4 Megelola Kas Kecil



·     Pengelolaan Kas Kecil
Mengamati
Mengamati  Pengelolaan Kas Kecil
Menanya
Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan dengan Pengelolaan Kas Kecil
Eksperimen/explore
Mencari informasi dari berbagai sumber tentang Pengelolaan Kas Kecil
Asosiasi
Membadingkan pengelolaan Kas Kecil antara satu instansi dengan instansi lain
 
Komunikasi
 Mempresentasikan  Pengelolaan Kas Kecil
Tugas                                      
Mengumpulkan bukti-bukti transaksi Pengelolaan Kas Kecil
Observasi
Ceklist lembar pengamatan bukti transaksi Pengelolaan Kas Kecil
Portofolio
Laporan Pengelolaan Kas Kecil
Tes
Tes teori tertulis Pengelolaan Kas Kecil
9 x 4 JP
Mengelola Administrasi gaji dan upah
Firdaus

Mengelola Gaji dan Upah Sri Suwarno


3.5 Mengemukakan tentang administrasi gaji dan upah pegawai

4.5  Mempraktikkan administrasi gaji dan upah pegawai

·     Pengertian gaji dan upah
·     Prosedur penggajian dan pengupahan pegawai
·     Komponen gaji dan upah pegawai
·     Perhitungan gaji dan upah pegawai

Mengamati
Mengamati  administrasi gaji dan upah pegawai
Menanya
Memberikan kesempatan siswa menanyakan hal yang berkaitan administrasi gaji dan upah pegawai
Eksperimen/explore
Mencari dokumen administrasi gaji dan upah pegawai di sekolah/dunia usaha
Asosiasi
Menbandingkan administrasi gaji dan upah pegawai antar satu instansi dengan instansi lainnya
Komunikasi
 Mempresentasikan  administrasi gaji dan upah pegawai
Tugas                                       
Mengumpulkan bukti-bukti transaksi administrasi gaji dan upah pegawai
Observasi
Ceklist lembar pengamatan administrasi gaji dan upah pegawai
Portofolio
Laporan administrasi gaji dan upah pegawai
Tes
Tes teori tertulis bentuk uraian dan test praktik tertulis

9 x 4 JP
Mengelola Administrasi gaji dan upah
Firdaus

Mengelola Gaji dan Upah Sri Suwarno




Catatan : 
  1. Untuk pemberian materi Paket keahlian di Kelas XII, waktunya disesuaikan dengan pelaksanaan Prakerin (Praktek Kerja Industri).
  2. Selama peserta didik berada di Dunia Usaha/Industri, Mata Pelajaran Kelompok A dan B pada Kelas XII diajarkan dalam bentuk praktek implementasi sikap dan perilaku pendukung mata pelajaran kelompok A dan B.
  3. Pada saat Praktek Kerja  Sekolah (Prakes) maupun Praktek Kerja Industri (Prakerin), siswa dibekali dengan modul dan format penilaian sikap serta format laporan portofolio selama melaksanakan kegiatan Prakes dan Prakerin.
  4. Penilaian Praktek Kerja dilakukan oleh guru mata pelajaran dan Instruktur di Industri dalam bentuk  laporan hard copy dan atau soft copy yang dikirimkan kepada Guru Mata pelajaran dan Intruktur di Industri melalui email/surat elektronik













MENGELOLA ADMINISTRASI DANA KAS KECIL (ADMINISTRASI KEUANGAN)

MENGELOLA ADMINISTRASI DANA KAS KECIL
by Zakiyah Ulfa Aryani 18.22

1       Pengertian Kas
Kata kas atau cash memiliki berbagai pengertian, antara lain:
1.      Kas berarti tempat menyimpan uang
2.      Kas berarti uang (uang tunai)
3.      Kas berarti tempat membayar dan menerima uang
4.      Dalam kamus Istilah Akuntansi  dijelaskan bahwa uang kas adalah setiap alat tukar yang diterima oleh bank dengan nilai nominal untuk disimpan. Uang kas suatu perusahaan terdiri dari uang kertas, uang logam, cek, wesel pos, dan uang yang disimpan di bank (demand deposit; simpanan deposito, yang sewaktu-waktu dapat dicairkan)
Dalam modul ini, yang dimaksud dengan kas adalah alat pembayaran tunai yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh suatu lembaga, instansi, atau suatu perusahaan. Kas merupakan harta atau aktiva. Berbagai macam transaksi yang terjadi di suatu perusahaan merupakan penerimaan dan pengeluaran kas. Agar pengeluaran dan penerimaan kas tersebut dapat dengan mudah dikelola, maka harus dicatat dalam suatu buku yang disebut buku kas.
Buku kas atau kaas boek (Belanda), atau cash book (Inggris) adalah buku yang digunakan untuk membukukan atau mencatat keluar dan masuknya uang pada suatu perusahaan. Oleh karena itu, setiap pemegang kas harus memiliki buku kas dan mencatat semua pengeluaran dan penerimaan yang dilakukannya.
Dalam tata usaha keuangan suatu lembaga, instansi, atau perusahaan, biasanya pemegang kas adalah bendahara umum sehingga buku kas yang digunakan untuk mencatatnya disebut buku kas umum. Dalam buku kas umum dicatat semua penerimaan dan pengeluaran sehingga seluruh kegiatan keuangan dapat dibaca atau dilihat pada buku tersebut. Jadi, buku kas umum berfungsi sebagai alat kontrol utama dari seluruh kegiatan pengurusan uang lembaga atau perusahaan. Mengingat bahwa buku kas umum berfungsi sebagai alat kontrol, maka buku kas umum harus diselenggarakan secara benar, objektif, dan up to date (periodik). Setiap transaksi harus didukung dengan bukti-bukti yang lengkap.
Transaksi (penerimaan dan pengeluaran) bendahara dapat melalui kas atau melalui bank/ giro pos. Selanjutnya, penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan melalui kas secara tunai maupun penerimaan dan pengeluaran melalui bank/ giro pos harus dibukukan atau dicatat dalam buku kas umum sehingga saldo pada buku kas umum merupakan saldo uang yang terdiri dari saldo yang ada di kas (saldo kas), dan saldo yang ada di bank (saldo bank).
2       Pengertian Kas Kecil
Seperti yang telah diutarakan diatas, baik penerimaan maupun pengeluaran dapat dilakukan melalui bank/ giro pos dan melalui kas (tunai). Namun demikian, transaksi yang jumlahnya cukup besar akan lebih aman bila dilakukan melalui bank. Namun, pengeluaran rutin yang jumlahnya relatif kecil akan kurang efektif apabila dilakukan melalui bank. Akan lebih efektif apabila pengeluaran yang terjadi setiap hari itu dikeluarkan dari dana yang disediakan secara khusus. Dana yang disediakan oleh perusahaan untuk keperluan sehari-hari dengan jumlah yang relatif kecil disebut kas kecil atau (petty cash). Pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak akan ekonomis bila dibayar dengan cek misalnya: pembelian materai, perangko, rekening telepon, rekening listrik, rekening air, perlengkapan kantor, biaya keamanan, biaya kebersihan dan sebagainya.
     Untuk mengatasi kelemahan kelemahan tersebut dibuatlah kas kecil untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil. Pada waktu pengeluaran kas untuk pembentukan dana, kas kecil ditutup dengan cek, sedangkan pembayaran jumlah-jumlah kecil dapat dibayar dengan uang tunai.
     Dana kas kecil diserahkan pada juru bayar kas kecil perusahaan yang akan bertanggung jawab penuh atas pengeluaran dan penggunaan dana kas kecil. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran dan menghindari bentuk penyelewengan. Pengisian dana kas kecil dapat dilakukan berdasarkan permintaan pemegang kas kecil jika dana kas kecil sudah menipis atau dilakukan secara periodik.
3       Peralatan yang Dibutuhkan untuk Pengelolaan Dana Kas Kecil
     Untuk dapat mengelola administrasi dana kas kecil peralatan yang dibutuhkan, antara lain:

1.      Formulir permintaan pengisian kembali kas kecil
2.      Formulir permintaaan pengeluaran kas kecil
3.      Jurnal pengeluaran kas     
4.      Buku jurnal kas kecil
5.      Buku laporan penggunaan dana kas kecil
6.      Bukti pengeluaran kas kecil
7.      Alat tulis dan alat hitung.
4       Prosedur Pengelolaan Dana Kas Kecil
     Pengelolaan dana kas kecil merupakan proses pengelolaan bukti transaksi dana kas kecil sampai pencatatan buku kas kecil. Dalam melaksanaan pengelolaan kas kecil, ada beberapa prosedur antara lain sebagai berikut.
a.    Pembentukan Dana Kas Kecil
     Hal yang paling penting dalam pembentukan kas kecil adalah penunjukan petugas sebagai pemegang kas kecil. Selain itu, perusahaan juga harus menetapkan jumlah dana kas kecil. Biasanya jumlah dana kas kecil ditaksir dengan memperhitungkan kebutuhan dan untuk tiga atau empat minggu. Jika jumlah dana telah ditetapkan, maka bendahara perusahaan menarik cek untuk diserahkan kepada pemegang kas kecil. Berdasarkan surat keputusan dari otoritas yang lebih tinggi, bagian keuangan membuat bukti kas keluar sebanyak tiga lembar. Bagian bendahara menerima dua lembar (lembar 1 dan lembar 3), sedangkan lembar ke-2 diarsipkan dibagian keuangan. Bagian bendahara mengarsipkan bukti kas keluar lembar ke-1 kemudian mengisi cek dan meminta tanda tangan otorisasi atas cek untuk diserahkan kepada pemegang dana kas kecil, bersama bukti keluar lembar ke-3. Cek kemudian diuangkan ke bank oleh pemegang kas kecil dan uangnya disimpan dalam tempat penyimpanan yang terkunci. Selama perusahaan tidak mengubah jumlah dana kas kecil, maka tidak ada jurnal lain yang berhubungan dengan rekening Kas Kecil.
Contoh:          Pada tanggal 1 Maret PT. ABC membentuk dana kas kecil sebesar Rp 100.000,00. Maka jurnal yang harus dibuat untuk mencatat pembentukan dana kas kecil ini adalah,
                        Maret 1            Kas Kecil        .................       Rp 100.000,00
                                                            Kas      .............................       Rp 100.000,00
                                                (Untuk mencatat pembentukan kas kecil)
b.    Pembayaran Melalui Kas Kecil
     Pemegang kas kecil mempunyai kewenangan untuk melakukan pengeluaran kas dengan menggunakan uang yang terdapat dalam kas kecil sepanjang tidak bertentangan dengan kebijakan yang telah ditetapkan manajemen. Biasanya manajemen membuat ketentuan tentang jumlah batasan maksimum pengeluaran untuk tiap transaksi yang diijinkan dan larangan-larangan tertentu, misalnya kas kecil tidak boleh digunakan untuk memberi pinjaman kepada karyawan. Setiap pembayaran yang dilakukan melalui kas kecil harus didokumentasikan dengan menggunakan “Bukti Pengeluaran Kas Kecil” atau Voucher Kas Kecil.
     Bukti-bukti pengeluaran kas kecil harus disimpan pada tempat penyimpanan uang sampai kas kecil diisi kembali. Oleh karena itu, jumlah rupiah dari seluruh bukti pengeluaran dan jumlah uang yang terdapat dalam kas kecil harus selalu sama dengan jumlah dana kas kecil yang telah ditetapkan perusahaan (dalam contoh di atas Rp 100.000,00). Dengan demikian, perusahaan setiap saat dapat mengawasi pengelolaan kas kecil. Biasanya akuntan intern perusahaan melakukan pemeriksaan mendadak dengan cara mencocokkan jumlah uang yang ada dalam peti uang ditambah jumlah rupiah dari bukti-bukti pengeluaran dengan jumlah dana kas kecil yang telah ditetapkan perusahaan. Pada saat terjadi pemakaian kas kecil, perusahaan tidak membuat jurnal. Pengaruh tiap transaksi pemakaian kas kecil akan dicatat pada waktu kas kecil diisi kembali.
c.    Pengisian kembali kas kecil
     Pemegang dana kas kecil membuat permintaan pengisian kas kecil berdasarkan bukti-bukti pengeluaran kas kecil. Berdasarkan dokumen transaksi tersebut, bendahara mengisi cek dan meminta otorisasi cek kepada pemilik otoritas (misal: kepala departemen). Apabila uang yang terdapat dalam dana kas kas kecil mencapai tingkat minimum, maka dana harus diisi kembali. Permintaan pengisian kembali dilakukan oleh pemegang kas kecil. Untuk itu, pemegang kas kecil harus menyiapkan daftar pengeluaran (pemakaian) kas kecil yang telah dilakukan dengan dilampiri bukti-bukti pendukung pengeluaran kas kecil. Permintaan pengisian kembali kas kecil diajukan kepada bendahara perusahaan yang akan meneliti  keabsahan pengeluaran kas kecil yang telah dilakukan. Apabila segala sesuatunya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh  perusahaan, maka bendahara memberi tanda persetujuan pada formulir permintaan pengisian kembali dan menarik cek sebesar jumlah kas kecil yang telah digunakan sehingga jumlah uang dalam dana kas kecil akan kembali pada jumlah semula.
Contoh:          Pada tanggal 15 Maret pemegang kas kecil mengajukan permintaan kembali kas kecil sebesar Rp 87.000,00 yang dilampiri dengan bukti-bukti pengeluaran kas kecil berupa biaya pos Rp 44.000,00; biaya angkut pembelian Rp 18.000,00; perlengkapan kantor Rp 20.000,00 dan macam-macam biaya lainnya Rp 5.000,00. Jurnal yang harus dibuat untuk pengisian kembali kas kecil tersebut adalah sebagai berikut:
Maret 15          Biaya Pos        .....................................           Rp 44.000,00
                        Biaya Angkut Pembelian        .............           Rp 18.000,00
                        Perlengkapan Kantor  .........................           Rp 20.000,00
                        Macam-macam Biaya  .........................           Rp   5.000,00
                                    Kas      .....................................................................   Rp 87.000,00
                        (Untuk mengisi kembali dana kas kecil)
     Dari jurnal pengisian kembali kas kecil diatas, terlihat bahwa rekening Kas Kecil tidak terpengaruh. Pengisian kembali akan mempengaruhi komposisi dana berupa penggantian bukti-bukti pengeluaran dengan uang, tetapi tidak mempengaruhi saldo dana kas kecil.
     Dalam pengisian kembali kas kecil, kadang-kadang terjadi kekurangan atau kelebihan kas. Dengan menggunakan data dalam contoh di atas, uang yang seharusnya tersisa dalam peti adalah Rp 13.000,00 (Rp 100.000,00 – Rp 87.000,00). Bila uang yang sesungguhnya ada dalam peti hanya Rp 12.000,00, maka pengisian kembali harus dilakukan sebesar Rp 88.000,00 agar dana kembali menjadi Rp 100.000,00. Untuk itu perlu disediakan rekening khusus yang disebut rekening Selisih Kas (kadang-kadang disebut rekening Kekurangan dan Kelebihan Kas).
     Jika terjadi kekurangan kas, maka rekening Selisih Kas harus didebet. Sebaliknya, bila uang yang ada dalam peti berjumlah Rp 14.000,00 maka pengisian kembali yang diperlukan hanya Rp 86.000,00. Dalam hal demikian, rekening Selisih Kas harus dikredit. Saldo debet rekening Selisih Kas  dilaporkan dalam laporan rugi-laba sebagai biaya lain-lain, sedangkan saldo kredit rekening Selisih Kas dilaporkan dalam laporan rugi-laba sebagai pendapatan lain-lain.
     Dana kas kecil harus diisi kembali pada setiap akhir tahun buku, tanpa memandang jumlah kas yang masih tersisa. Pengisian kembali pada akhir tahun buku diperlukan agar semua pengeluaran yang terjadi sejak pengisian yang terakhir sampai akhir tahun buku dapat dilaporkan dalam laporan keuangan.
     Penerapan cara pengelolaan kas kecil seperti dilukiskan di atas akan memperkuat pengendalian intern karena:
1.      Akuntan intern dapat melakukan pemeriksaan mendadak untuk menghitung kecocokan kas yang sesungguhnya ada dengan yang seharusnya ada dalam kas kecil.
2.      Bukti-bukti pengeluaran kas tidak mungkin dapat digunakan kembali untuk meminta penggantian kas, karena bukti yang telah dipertanggungjawabkan selalu diberi tanda “Telah Dibayar”.


BERITA ACARA PENGHAPUSBUKUAN BARANG INVENTARIS (ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA)

BERITA ACARA PENGHAPUSBUKUAN
BARANG INVENTARIS


Pada hari ini, Jum’at tanggal  dua puluh tiga bulan Agustus Tahun Dua ribu tiga belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1.      Nama                :  
Jabatan              :  Pimpinan Cabang  
2.      Nama                :  
Jabatan              :  Kabag  Operasional
3.      Nama                :  
Jabatan              :  Kabag Pemasaran  

Telah melakukan penghapusbukan barang Inventaris sebagai berikut :
1.      Penghapusbukuan barang inventaris tersebut berdasar pada surat Direksi Nomor .................................... Tanggal .............................. Perihal Persetujuan Penghapusan Barang Inventaris.
2.      Barang inventaris yang dihapusbuku berupa Kendaraan Roda Dua Merek Honda Dengan ......................................
3.      Nilai Perolehan barang inventaris yang dihapus buku sebesar Rp. ....................(....................................................................).
4.      Nilai buku inventaris pada saat dihapusbuku sebesar Rp..........................(.................................................................................).
5.      Transaksi penghapusbukuan barang inventaris tersebut dilaksanakan pada tanggal                   ............................................. (....................................................r).


Demikian berita acara ini kami buat untuk dijadikan bahan seperlunya.



PT. ULER ULER

Kepala Cabang




...............................
Kabag Pemasaran




..................................
Kabag Operasional




........................................